Dalam suasana Ramadan yang penuh berkah, Zakat Sukses kembali menggelar kajian keislaman Ramadan sebelum waktu berbuka puasa. Acara ini menjadi wadah berharga untuk memperdalam pemahaman agama dan menguatkan keimanan. Direktur Zakat Sukses, Dr. Sunarto Zulkifli, STP.MM, hadir sebagai pembicara utama, menyampaikan pemaparan mendalam tentang indikator dasar ibadah dan kesempurnaan Islam sebagai panduan hidup. Kajian ini tidak hanya berfokus pada dimensi spiritual individu, tetapi juga mengaitkannya dengan peran aktif dalam kemanusiaan, termasuk bagi mereka yang berjuang di Palestina.
Dr. Sunarto Zulkifli memulai kajian keislaman Ramadan-nya dengan menekankan pentingnya fondasi dalam setiap ibadah. Ia menggarisbawahi bahwa setiap amalan harus dibangun di atas niat dan syarat yang benar agar diterima di sisi Allah SWT. Indikator dasar ini mencakup aspek-aspek esensial dalam beribadah, yang menjadi penentu kualitas dan keberkahan amalan seorang Muslim.
Pembahasan berlanjut pada indikator ibadah mahdhah, yaitu amalan-amalan ritual yang bersifat fisik dan terikat pada tata cara tertentu. Dr. Sunarto menyoroti bagaimana konsistensi dalam ibadah ini menjadi cerminan kekuatan iman dan disiplin seorang Muslim. Indikator ini mencakup aspek-aspek fundamental dalam praktik keislaman sehari-hari yang menjadi tiang agama.
Tak hanya ritual, kajian keislaman Ramadan ini juga menekankan dimensi ibadah ghairu mahdhah, yaitu amalan yang terwujud dalam akhlak dan interaksi sosial. Dr. Sunarto menjelaskan bahwa ibadah bukan hanya tentang hubungan vertikal dengan Tuhan, tetapi juga hubungan horizontal dengan sesama. Aspek ini sangat relevan dengan semangat kemanusiaan yang diusung oleh Sahabat Palestina.
Dalam pemaparan kajian keislaman Ramadan ini, Dr. Sunarto Zulkifli menegaskan keyakinan bahwa Islam adalah agama yang paling sempurna. Kesempurnaan Islam tercermin dalam ajarannya yang komprehensif, mencakup seluruh sendi kehidupan. “Islam adalah Way of Life,” ujarnya, menekankan bahwa ajaran Islam bukan hanya ritual, tetapi juga panduan moral, sosial, dan ekonomi.
Ia menyoroti bahwa salah satu bentuk kesempurnaan Islam adalah Tasdiqul Bil Qobli (meyakini dalam hati), diungkapkan dengan lisan, dan dilaksanakan dalam tindakan. Profesi Amil Zakat, misalnya, adalah pekerjaan mulia yang bahkan tertera dalam Al-Qur’an, menunjukkan bagaimana Islam mengatur aspek ekonomi dan keadilan sosial.
Dalam konteks kerja di Zakat Sukses, Dr. Sunarto mengingatkan pentingnya menata hati sesuai budaya kerja “Ikhlas Lekas Tuntas.” Beliau juga berpesan agar tidak ada yang merasa malu untuk mengaku Islam atau menunjukkan identitas keislaman, bahkan di lingkungan atau negara di mana Muslim menjadi minoritas. “Jika ada keraguan atau rasa malu, keimanan kita perlu diperiksa kembali,” tegasnya.
Kajian keislaman Ramadan tersebut juga menyentuh berbagai tingkat komitmen seseorang terhadap Islam. Dr. Sunarto memaparkan beberapa tipologi, mulai dari mereka yang tidak menerima Islam namun terpaksa menjalankannya, hingga mereka yang setuju dan menjalankannya tetapi tidak mensyiarkan. Ia juga mengingatkan tentang bahaya berbuat baik yang hanya seperti fatamorgana, tidak diterima amal ibadahnya.
Pesan penutup Dr. Sunarto kepada seluruh tim Zakat Sukses dan hadirin adalah untuk senantiasa menjaga ketulusan dan konsistensi dalam setiap amalan. Hal ini penting agar setiap usaha, termasuk dalam berkhidmat kepada kemanusiaan, mendapatkan ridho dan keberkahan dari Allah SWT.
Pemaparan Dr. Sunarto Zulkifli dalam kajian keislaman Ramadan ini bukan sekadar pencerahan spiritual, melainkan juga pengingat akan tanggung jawab sosial seorang Muslim. Nilai-nilai seperti zakat, infak, silaturahmi, dan kebermanfaatan, yang merupakan bagian integral dari ibadah, secara langsung mendukung upaya kemanusiaan. Dalam konteks dukungan untuk Palestina, penguatan iman dan pemahaman syariat mendorong umat Muslim untuk lebih peduli dan aktif berkontribusi. Semangat keikhlasan dalam beribadah dan bekerja, seperti yang ditekankan di Zakat Sukses, menjadi motor penggerak bagi solidaritas global, termasuk bagi saudara-saudari kita yang membutuhkan bantuan di berbagai belahan dunia.
Mari terus memperdalam literasi keislaman kita dan mengimplementasikan nilai-nilai luhur ini dalam kehidupan sehari-hari. Dengan iman yang kuat dan ibadah yang tulus, kita dapat menjadi agen perubahan positif dan memberikan dampak nyata bagi kemanusiaan. Untuk memperkaya wawasan Anda tentang kondisi kemanusiaan dan cara-cara mendukung mereka yang membutuhkan, lanjutkan eksplorasi Anda dengan membaca artikel kajian keislaman Ramadan lainnya di Sahabat Palestina.
No products in the cart
Return to shopForum yang dirancang untuk memperkuat kolaborasi dan sinergi dalam menjawab tantangan-tantangan kemanusiaan di tingkat lokal, nasional, dan global.
Don't Show Again
Yes, Saya Hadir